KOMODITAS UNGGULAN PETANI KARANGSONO CIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN

Petik Tembakau

Karangsono (01-09-2019)- Petani tembakau karangsono pada musim kemarau ini membutuhkan pekerja yang cukup signifikan.

Pernyataan itu diungkapan salah satu petani tembakau yang ada di Desa Karangsono yang bernama Bapak Slamet dan Bapak Suyono yang berdomisili di Dusun Katelan dan Karangasem.

Merajang daun Tembakau
Para pekerja pengeler tembakau rajangan
Hasil pengepakan Tembakau rajangan siap kirim ke gudang Djarum
Pengepakan Tembakau Rajangan

Bagaimana tidak? Pada pasca panen tembakau ini biaya operasional untuk menjadikan petikan daun tembakau menjadi tembakau rajangan yang siap di beli oleh tengkulak ke pabrik Djarum, membutuhkan banyak tenaga kerja mulai dari pemetik dan pengangkut daun, pengrajang, pengeler, pengering sampai dengan pengepak rajangan, semua membutuhkan sentuhan tenaga, Setidaknya dari 1 ha lahan tembakau para petani Membutuhkan pekerja sebanyak 20 tenaga kerja dan harus mengeluarkan paling sedikit 20 juta rupiah untuk membayar tenaga.

Namun semua itu tidak menjadikan Patah semangat dari petani tembakau yang ada di Desa Karangsono, di karenakan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir pihak Pabrikan Djarum membeli dengan harga yang menggiurkan, untuk tahun kemarin tembakau petani Desa karangsono menembus harga 40.000 per kilogram rajangan kering, “pabrik Djarum memberi peluang kepada petani untuk kemakmurannya dengan daya beli mencapai harga 40.000 perkilo dan dari hitungan saya, tidak kurang dari 2 milyard Rupiah uang dari pabrik Djarum kudus saya bawa untuk membeli tembakau petani” jelas bapak Widodo salah satu tengkulak daru PT. Djarum Kudus. Padahal di karangsono tidak kurang dari 5 tengkulak yang membeli Tembakau dari petani baik dari Djarum juga, Gudang Garam, Daun Emas noroyono, kerbau,Rokok Bentoel bahkan dari PT.Sadhana.

Penjualan Tembakau oleh petani ke tengkulak

Penanaman tembakau oleh petani Desa Karangsono adalah salah satu alternatif dan terobosan petani untuk tidak menjadikan lahan pertaniannya menjadi kosong atau tidak tertanami, karena lahan sawah tadah hujan yang tidak akan maksimal di tanami komoditas lain karena tidak adanya Air untuk tanamannya, masa tanam tembakau sendiri mulai akhir bulan mei sampai bulan juni dan akan mulai petik/panen dari pertengahan Bulan Agustus sampai awal bulan oktober, dengan biaya penanaman mencapai 10 juta rupiah sampai 12 Juta Rupiah, dari hasil panen tersebut petani dapat menjual tembakau tersebut di sawah (ditebas) dengan kisaran harga 30 juta sampai 42 juta per ha, dengan hasil tembakau kering rajangan antara 1,5 ton sampai 2 ton per ha, begitu yang diungkapkan harga tebasan dan hasil kering rajang oleh penebas tembakau yaitu bapak Jito dari dusun Karangasem dan bapak Murmin dari katelan.

Dalam upaya untuk menekan kadar nikotin yang terkandung dalam tembakau sesuai aturannya, Pemerintah Desa Karangsono bekerja sama dengan pihak Dinas Pertanian dan perkebunan, pendampingan dari APTI grobogan, dan para pihak yang berkompeten memberikan penyuluhan dan diklat kepada para petani tembakau Desa Karangsono yang terwadahi dalam beberapa kelompok tani. (ng)

3 comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *